Assalmu alaikum warrohmatullohi wabarakatuh.
Alhamdulillah atas berkat rahmat Allah SWT, yang mana telah memberikan hidayah dan kesehatan sehingga dapat terselesaikannya makalah keong yang digunakan untuk pembelajaran dalam mata kuliah Perlindungan Tanaman. Dalam makalah ini memberikan gambaran tentang siklus hidup keong mas dan bagaimana cara hewan ini mampu merusak tanaman dengan berbagai kegiatannya.
Dahulunya keong digunakan sebagai sumber makanan yang memiliki protein sangat tinggi, dengan semakin berkembangnya zaman hewan ini menjadi hama utama bagi tanaman tertentu. Keong termasuk ke dalam golongan gastropoda yaitu kelompok moluska (hewan yang bertubuh lunak) yang hidup di air tawar.
Dengan mempelajari siklus hidup hewan ini bertujuan untuk menghentikan kegiatannya yang merugikan tanaman padi khususnya untuk tumbuh dan berkembang serta memberikan hasil yang optimal. Selain merugikan keong juga bermanfaat untuk sumber mkanan bagi manusia. Oleh karena itu makalah ini dibuat agar digunakan dengan sebaik-baiknya dan bermanfaat bagi kita yang membacanya.
Kami menyadari dalam penulisan makalah ini pasti terdapat banyak kekurangan oleh karena itu apabila ada kritik dan saran dengan senang hati kami akan menerimanya untuk menyempurnaKan makalah selanjutnya. Akhirulkalam kami mengucapkan terima kasih atas perhatiannya.
Wassalamu alaikum warrohmatullohi wabarakatuh.
Yogyakarta , 28 mei 2012
Hormat kami
( Penulis)
I. PENDAHULUAN
Siput atau keong adalah nama umum yang diberikan untuk anggota kelas moluska Gastropoda. Ada sekitar 50.000 jenis/spesies Gastropoda yang masih hidup dan 15.000 jenis yang telah menjadi fosil. Karena banyaknya jenis Gastropoda, maka hewan ini mudah ditemukan. Keong emas dahulunya banyak digemari untuk dijadikan bahan makanan karena memiliki kandungan protein yang cukup besar,sampai sekarangpun banyak masyarakat menyukainya meskipun keong emas berperan aktif dalam merusak tanaman padi khususnya. Untuk lebih memahaminya terlebih dahulu kita harus mengetahui beberapa hal yaitu:
- Klasifikasi keong
Filum : Molusca
Kelas : Gastropoda
- Ciri –ciri keong emas (Pomacea canaliculata Lamarck)
- Mempunyai cangkok (rumah) yang berbentuk kerucut terpilin (spiral).
- Bentuk tubuh sesuai dengan bentuk cangkok.
- Ketika larva berbentuk simetri bilateral.Jumlah telur puluhan hingga ratusan butir dan menempatkan telurnya di tangkai daun dan bebatuan yang tidak terendam air agar terbebas dari predator.
- Berjalan dengan menggunakan perut dalam hal ini disebut kaki.
- Waktu bergerak, kaki bagian depan memiliki kelenjar untuk menghasilkan lendir yang berfungsi untuk mempermudah berjalan, sehingga jalannya meninggalkan bekas.
- Mempunyai tentakel atau antena ,antena panjang terdapat mata berfungsi untuk membedakan gelap dan terang sedangkan antena pendek sebagai indera pembau.
- Habitat di perairan tawar baik di rawa maupun sawah.
- Bernapas dengan menggunakan insang untuk yang hidup di air dan paru-paru untuk yang hidup di darat.
- Alat ekskresi berupa sebuah ginjal yang terletak dekat jantung.
II. Pembahasan
Area
perairan merupakan habitat dan surga bagi mahluk hidup yang
menghuninya. Ada jejaring dan rantai makanan yang selalu berputar di
area tersebut. Simbiosis yang sinergis maupun antagonis selalu menjadi
penyeimbang kedua ekosistem tersebut. Salah satu mahluk hidup yang
berperan di habitat perairan rawa, danau, maupun persawahan adalah keong
emas (Pomacea canaliculata Lamarck).
Area danau yang
sekelilingnya menjadi lahan pertanian menjadi terguncang bila mana
kehadiran Keong Mas menjadi hama. Hubungan yang sinergis dan antagonis
antara Keong Mas dan habitatnya terjadi di Danau dan persawahan. Hewan
lunak bercangkang tersebut menyebar dan seolah populasinya tidak
terkendalikan.
- Contoh predator alami keong emas :
b) Blekok (Ardeola ralloides speciosa)
c) Kuntul (Bubulus coromandus)
d) Ikan
e) Katak
Hewan predatornya sudah nyaris hilang karena adanya perburuan besar-besaran untuk pemenuhan bahan konsumsi. Tidak adanya pemangsa alami ini, mengakibatkan tidak terkendalinya populasi Keong Ms. Ledakan Keong Mas perairan maupun persawahan mengakibatkan ancaman bagi petani, sebab sawah mereka menjadi sasaran Keong Mas.
- Sasaran keong emas
- Tanaman padi yang masih muda pada saat pertumbuhan awal dari tanaman menjadi sasaran yang diincar oleh keong emas sehingga menyebabkan kegagalan pada saat penanaman.
- Pucuk daun padi juga menjadi sasarannya.
- Cara pengendaliannya :
Mengambil keong dan memusnakannya secara mekanis
b) Fase persemaian
- Mengambil keong mas dan memusnahkan
- Menyebar benih lebih banyak untuk sulaman
- Membersihkan saluran air dari tanaman air seperti kangkung
- Pemupukan P dan K dilakukan sebelum tanam
- Menanam bibit yang agak tua (lebih dari 21 hari) dan jumlah bibit lebih banyak
- Mengeringkan sawah sampai 7 hari setelah tanam
- Mengambil keong mas dan memusnahkan
- Memasang saringan pada pemasukan air untuk menjaring siput
- Mengumpan dengan menggunakan daun talas dan pepaya
- Memasang ajir agar siput bertelur pada ajir dan telurnya dimusnahkan
- Mengambil dan memusnahkan telur siput pada tanaman
- Aplikasi pestisida anorganik atau nabati seperti saponin dan rerak sebanyak 20 sampai 50 kg/ha yang diaplikasi sebelum tanam, sebaiknya dilakukan pada caren agar bahan pestisida dapat dihemat
- Mengambil keong mas dan memusnahkan
- Menggembalakan itik setelah padi dipanen
- Keong sebagai sumber pakan dan pangan
Keong mas juga dapat digunakan sebagai pangan yang bergizi dan untuk itu perlu pengolahan yang baik pula, yaitu pengolahan Keong Mas diawali dengan merebusnya dengan air kapur, kemudian dilakukan pemisahan antara badan dan cangkang. Pencucian berulang kali dilakukan untuk membersihkan tubuh Keong Mas yang kemudian diolah lebih lanjut. Keong Mas biasanya dijadikan sate, tumis dan lain sebagainya.
Gambar : sate dan tumis keong
Tidak ada komentar:
Posting Komentar