iklan

Jumat, 29 Juni 2012

intensitas cahaya tumbuhan melinjo




fisiologi tumbuhan

Pengaruh Intensitas Cahaya dan Transpirasi Tumbuhan Melinjo 
(Gnetum gnemon)




Tanggal Praktikum : Selasa,14 juni 2011
Waktu   Praktikum : Pukul 12.30 Wib s/d 15.10 Wib
Tempat  Praktikum: Cibuk kidul dan Lab. Intan




Kata pengantar
Assalamu alaikum wr.wb.
Pertama, kami sangat bersyukur atas kehadirat Allah SWT karena, atas berkat rahmat dan hidayatnya sehingga kami dapat menyelaesaikan makalah menengenai Pengaruh Intensitas Cahaya Terhadap Transpirasi Tumbuhan.
Untuk itu,kita terlebih dahulu harus mengetahui apa yang d maksud dengan Transpirasi.Transpirasi  adalah  evaporasi air dari tumbuhan termasuk gerakan air melalui seluruh kesatuan tanah-tumbuhan-atmosfer atau hilangnya air dari tubuh tumbuhan dalam bentuk uap.
Faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi transpirasi adalah :
1.     Cahaya
2.     Suhu
3.     Defisit tekanan uap air
4.     Ketersediaan air
Salah satu dari faktor lingkungan yang mempengaruhi transpirasi adalah cahaya oleh karena itu kami melaksanakan percobaan dan penelitian terhadap tumbuhan yang terkena cahaya matahari dengan tumbuhan yang tidak terkena cahaya matahari.Hasil yang diperoleh pun dapat dipertanggungjawabkan.
Harapan kami,dengan adanya makalah ini dapat membantu dalam proses belajar dan mengajar mata kuliah fisiologi khususnya.Dengan penuh kesadaran mengenai segala kakurangannya,namun berdasarkan semboyan bahwa tiada gading yang tak retak,oleh karena itu apabila ada kritik dan saran dari pembaca,kami dapat menerima dengan lapang dada.Terima kasih atas segala perhatiannya,kami ucapkan terima kasih.
Wassalamu alaikum Wr.Wb.
                                                                                                Yogyakarta ,14 juni 2011
                                               
       Penulis 



I.Tujuan
Tujuan percobaan laju transpirasi adalah untuk mengetahui faktor internal dan faktor eksternal terhadap laju transpirasi tanaman melinjo  (Gnetum gnemon) ,mengetahui peranan penting cahaya matahari (cahaya) dalam transpirasi tumbuhan.



II. Tinjauan Pustaka
           Stomata akan membuka jika tekanan turgor kedua sel penjaga meningkat. Peningkatan tekanan turgor oleh sel penjaga disebabkan oleh masuknya air kedalam sel penjaga tersebut. Pergerakan air antar sel akan selalu dari sel yang mempunyai potensi air lebih tinggike sel engan potensi lebih rendah. Tinggi rendahnya potensi air sel tergantung pada jumlah bahan yang terlarut dari cairan tesebut, semakin banyak bahan yang terlarut maka potensi yang terjadi pada sel semakin rendah ( Heddy, 1990 ).
              Kegiatan transpirasi dipengaruhi oleh banyak faktor baik faktor dalam maupun faktor luar. Yang terhitung sebagaio faktor dalam adalah besar  kecilnya daun, tebal tipisnya daun, berlapis lilin atau tidaknya stomata. Hala-hal ini semua mempengaruhi kegiatan trasnpirasi pada tumbuhan ( Gardner, dkk., 1991 ).
                Proses transpirasi berlangsung selama tumbuhan hidup ( Guritno dan Sitompul, 1995 ). Angin dapat pula mempengaruhi laju transpirasi jika udara melewati permukaan daun tersebut lebih kering dari udara tumbuhan sekitar tersebut   (Filter dan Ross, 1982 ).
                Kegiatan transpirasi secara langsung oleh tanaman dipandang lansung sebagai pertukan karbon dan dalam hal ini transpirasi sangat penting untuk pertumbuhan tanaman yang sedaang tumbuh menentukan banyak air jauh lebih banyak daripada jumlah terhadap tanaman itu sendiri kecepatan hilangnya air tergantung sebagian besar  pada  suhu kelembapan relatif  dengan gerakan udara  ( Ashari, 1995).


III.Bahan dan Alat

1)      6 ranting daun melinjo
2)      6 botol aqua
3)      6 tutup gabus pisang
4)      Pisau
5)      Gunting
6)      Gelas ukur
7)      Timbangan
8)      Kertas


IV.Cara kerja

1)      Masukkan air ke dalam botol yang telah disediakan,
2)      Tutup botol pisang dilobangi terlebih dahulu
3)      Masukkan ranting daun melinjo ke dalam botol tsb
4)      Lalu latakkan 3 botol air yang berisi daun melinjo ke tempat yang terkena matahari dan 3 botol lagi ke tempat yang tidak terkena matahari (naungan)
5)      Kemudian didiamkan selama 3 jam
6)      Setelah itu ,amati perubahan yang telah terjadi
7)      Buat pola daun
8)      Timbang pola daun tsb

Gambar daun melinjo:
1.Di tempat terbuka                                                   2. Dinaungan
                                   
           




V. Data hasil pengamatan
Perilaku
Ulangan
Volume air awal
Volume air setelah 3 jam
Berat pola daun

1
120 cc
115 cc
2,6  gr
Terbuka
2
120 cc
117 cc
1,6  gr

3
120 cc
116 cc
2 ,0 gr

Rata-rata
120 cc
116 cc
2,03 gr

1
120 cc
118 cc
2,2 gr
Ternaungan
2
120 cc
119 cc
2,1 gr

3
120 cc
118 cc
1,8 gr

Rata-rata
120 cc
118,3 cc
2,03 gr

VI.Perhitungan
Rumus
Luas daun:                                                       Keterangan: 1. Z = Luas daun
BP/LP * BK/LK                                                                   2.BP=Berat  pola daun rata-rata
LPBK = BPLK                                                                     3.BK=Berat kertas alas
LP = BP*LK/BK                                                                  4.LP=Luas pola daun
     =C/Y*100 Cm2                                                                5.LK=Luas kertas alas
LD=LP=Z Cm2
Rumus                                                             Keterangan: 1.B=V.akhir rata-rata
Laju Transpirasi:                                                                  2.A=V.awal rata-rata
=(B-A) cc/Z cm2/240 menit
=D cc/cm2/menit              

VI.I. Perhitungan luas daun dan laju transpirasi tumbuhan di tempat terbuka
1.Luas daun melinjo
Dik : 1.BP=2,03 gr
         2.BK=3,30 gr
         3.LK=P*L=29,6 cm *21 cm
                          =621,6 cm2
Dit : LP=LD=Z cm2 ?

Dijwb : BP/LP*BK/LK
              LP.BK=BK.LK
                   LP =BP.LK/BK
                        =C/Y *1OO cm2
            =2,03 gr .621,6 cm2/ 3,30 gr
            =382,37 cm2


2.Laju Transpirasi Tumbuhan (LTT)
Dik : B=116 cc
         A=120 cc
         Z =382,37 cm2
      Wkt=3 jam=240 mnt

Dit : LTT?

Dijwb: =(B-A) cc/Z cm2/240 menit
=D cc/cm2/menit
=(116-120) cc/382,37 cm2/240 mnit
= - 0,0000436 cc/cm2/mnit
= - 4,36 . 105 cc/cm2/mnit


VI.II. Perhitungan luas dan volume daun yang ternaunganan
1.Luas daun melinjo
Dik : 1.BP=2,03 gr
         2.BK=3,30 gr
         3.LK=P*L=29,6 cm *21 cm
                          =621,6 cm2
Dit : LP=LD=Z cm2 ?
Dijwb : BP/LP*BK/LK
              LP.BK=BK.LK
                   LP =BP.LK/BK
                        =C/Y *1OO cm2
            =2,03 gr .621,6 cm2/ 3,30 gr
            =382,37 cm2

2. Laju Transpirasi Tumbuhan (LTT)
Dik :B =118,3 cc
        A =120 cc
        Z=382,37 cm2
        Wkt=3 jam=240 mnt
Dit :LTT ?
Dijwb: =(B-A) cc/Z cm2/240 menit
=D cc/cm2/menit
=(118,3 -120) cc/382,37 cm2/240 mnt
= - 0.0000185 cc/cm2/menit
= - 1,85 .105 cc/cm2/menit

VII. Pembahasan
            Pada siang hari tumbuhan menerima radiasi matahari maka cahaya merupakn proses yang mempengaruhi penguapan. Penguapan yang banyak meningkatkan laju transpirasi. Hal ini sesuai dengan literatur Lakitan (2007) yang menyatakan peningkatan suhu yang berlebihan sangat mengganggu  proses metabolisme tubuh. Transpirasi merupakan proses yang  membutuhkan banyak energi dalam tahap penguapan dari molekul-molekul air.
       Laju transpirasi tertinggi dari perlakuan cahaya adalah pada perlakuan kontrol yaitu sebesar -4,36 x 105 cc/gr/mnt.  Ini karena tidak adanya faktor penghalang cahaya yang dapat menghambat radiasi surya (matahari) dimana cahaya matahari sangat mempengaruhi laju transpirasi, hal ini sesuai dengan literatur  Salisbury dan Ross (1992) yang menyatakan bahwa cahaya yang banyak dapat menyebabkan membuka dan menutupnya  stomata sehingga akan memepercepat laju transpirasi dan sebaliknya. Adapun lapisan lilin dapat menghambat laju transpirasi.
               Laju transpirasi terendah pada perlakuan cahaya adalah pada perlakuan kontrol yaitu sebesar -1,85x 105cc/ gr/mnt, hal ini disebabkan adanya faktor penghalang angin yang dapat mempengaruhi laju transpirasi dimana dimana angin sangat mempengaruhi laju transpirasi. Hal ini sesuai dengan literatur Lakitan  (2007) yang menyatakan bahwa kegiatan transpirasi dipengaruhi oleh faktor luar dan faktor dalam yang termasuk faktor dalam diantaranya besar kecilnya daun dan jumlah stomata bentuk dan lokasi stomata serta ada tidaknya lapisan lilin pada permukaan daun.  Faktor luar yaitu sinar matahari, temperatur kelembapan udara dan angin.
             Transpirasi merupakan peristiwa keluarnya uap air dari dalam tubuh tumbuhan. Pada tumbuhan ,peristiwa ini biasanya berkaitan dengan kehilangannya air lewat stomata,kutikula dan lentisel.Pengangkutan air hingga daun disebut juga tarikan transpirasi,biasanya transpirasi terjadi di siang hari dan dilepaskan berupa air murni.
              Cahaya merupakan faktor essensial pertumbuhan dan faktor perkembangan tanaman.Cahaya memegang peranan penting dalam proses fisiologi tanaman,termasuk dalam proses  transpirasi tumbuhan.Cahaya matahari juga dapat menaikkan suhu ,sehingga mempercepat laju transpirasi tumbuhan.Cahaya matahari ditangkap daun sebagai  foton. Cahaya yang diserap daun 75-85% untuk memanaskan daun  dan  transpirasi tumbuhan.Sedangkan 15-25% digunakan untuk fotosintesi tumbuhan.
                Peranan cahaya dalam transpirasi tumbuhan,transpirasi stomater yaitu pada mekanisme buka dan menutupnya stomata,diantaranya penyerapan air dikendalikan oleh stomata.Mengapa harus lebih banyak air yang menghilang melalui transpirasi untuk membesarkan tanaman ? karena rangka molekul semua bahan organik pada tumbuhan terdiri dari atom carbon yang harus diperoleh dari atmosfer .Penaungan: distribusi cahaya dalam tajuk tidak merata, ada daun yang bersifat parasit terhadap fotosintat yang dihasilkan daun yang lain.Transpirasi diperlukan untuk mendinginkan daun yang dipanaskan matahari,serta merupakan proses pendinginan yang kuat.


VIII.Kesimpulan
          Sinar matahari (cahaya) sangat berperan penting dalam mempercepat proses transpirasi di karenakan, cahaya dapat meninggkatkan suhu yang ada disekitarnya,dan tumbuhan dapat kehilangan airnya dalam bentuk uap.Transpirasi tumbuhan lebih cepat di tempat terbuka dibandingkan di tempat naungan.Karena di tempat terbuka matahari(cahaya )langsung di terima oleh permukaan daun,sedangkan ditempat naungan ,cahaya matahari masih terhalang oleh atap rumah ,sehingga tanaman melinjo tidak secara langsung mendapat cahaya matahari.



IX.Daftar pustaka
Ashari, S. 1995. Hortikultura Aspek Budidaya. UI Press. Jakarta.
Cambpell, N. A. 2003. Biologi Edisi Kelima Jilid II. Erlangga. Jakarta.
Devlin,R.M.and F.H.Witham.1983.Plant Physiology.
Filter A. H. dan R. K. M. Hay. 1991. Fisiologi Lingkungan Tanaman.   UGM Press. Yogyakarta.
Guritno, B. dan Sitompul, S. M. 1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman. UGM Press. Yogyakarta.
Lakitan, B. 2007. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Salisbury dan Ross. 1992. Fisiologi Tumbuhan. ITB Press. Bandung.
Salisbury,F.B. and C.W.Ross.1978.Plant Physiology.
Tai 2,L and E.Zeiger.1998.Plant  Physiology.