fisiologi tumbuhan
Pengaruh Intensitas Cahaya dan Transpirasi Tumbuhan Melinjo
(Gnetum gnemon)
Tanggal Praktikum : Selasa,14 juni 2011
Waktu Praktikum :
Pukul 12.30 Wib s/d 15.10 Wib
Tempat Praktikum:
Cibuk kidul dan Lab. Intan
Kata pengantar
Assalamu
alaikum wr.wb.
Pertama, kami sangat bersyukur atas kehadirat Allah SWT
karena, atas berkat rahmat dan hidayatnya sehingga kami dapat menyelaesaikan
makalah menengenai Pengaruh Intensitas
Cahaya Terhadap Transpirasi Tumbuhan.
Untuk itu,kita
terlebih dahulu harus mengetahui apa yang d maksud dengan Transpirasi.Transpirasi adalah evaporasi
air dari tumbuhan termasuk gerakan air melalui seluruh kesatuan
tanah-tumbuhan-atmosfer atau hilangnya air dari tubuh tumbuhan dalam bentuk
uap.
Faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi
transpirasi adalah :
1. Cahaya
2. Suhu
3. Defisit tekanan uap air
4. Ketersediaan air
Salah satu dari faktor lingkungan yang mempengaruhi
transpirasi adalah cahaya oleh karena itu kami melaksanakan percobaan dan
penelitian terhadap tumbuhan yang terkena cahaya matahari dengan tumbuhan yang
tidak terkena cahaya matahari.Hasil yang diperoleh pun dapat
dipertanggungjawabkan.
Harapan kami,dengan adanya makalah ini dapat membantu dalam
proses belajar dan mengajar mata kuliah fisiologi khususnya.Dengan penuh
kesadaran mengenai segala kakurangannya,namun berdasarkan semboyan bahwa tiada
gading yang tak retak,oleh karena itu apabila ada kritik dan saran dari
pembaca,kami dapat menerima dengan lapang dada.Terima kasih atas segala
perhatiannya,kami ucapkan terima kasih.
Wassalamu
alaikum Wr.Wb.
Yogyakarta
,14 juni 2011
Penulis
I.Tujuan
Tujuan percobaan laju transpirasi
adalah untuk mengetahui faktor internal dan faktor eksternal terhadap laju
transpirasi tanaman melinjo (Gnetum
gnemon) ,mengetahui peranan
penting cahaya matahari (cahaya) dalam transpirasi tumbuhan.
II. Tinjauan Pustaka
Stomata
akan membuka jika tekanan turgor kedua sel penjaga meningkat. Peningkatan
tekanan turgor oleh sel penjaga disebabkan oleh masuknya air kedalam sel
penjaga tersebut. Pergerakan air antar sel akan selalu dari sel yang mempunyai
potensi air lebih tinggike sel engan potensi lebih rendah. Tinggi rendahnya
potensi air sel tergantung pada jumlah bahan yang terlarut dari cairan tesebut,
semakin banyak bahan yang terlarut maka potensi yang terjadi pada sel semakin
rendah ( Heddy, 1990 ).
Kegiatan
transpirasi dipengaruhi oleh banyak faktor baik faktor dalam maupun faktor
luar. Yang terhitung sebagaio faktor dalam adalah besar kecilnya daun,
tebal tipisnya daun, berlapis lilin atau tidaknya stomata. Hala-hal ini semua
mempengaruhi kegiatan trasnpirasi pada tumbuhan ( Gardner, dkk., 1991 ).
Proses
transpirasi berlangsung selama tumbuhan hidup ( Guritno dan Sitompul, 1995 ). Angin dapat pula
mempengaruhi laju transpirasi jika udara melewati permukaan daun tersebut lebih
kering dari udara tumbuhan sekitar tersebut (Filter dan Ross, 1982
).
Kegiatan
transpirasi secara langsung oleh tanaman dipandang lansung sebagai pertukan
karbon dan dalam hal ini transpirasi sangat penting untuk pertumbuhan tanaman
yang sedaang tumbuh menentukan banyak air jauh lebih banyak daripada jumlah
terhadap tanaman itu sendiri kecepatan hilangnya air tergantung sebagian
besar pada suhu kelembapan relatif dengan gerakan udara
( Ashari, 1995).
III.Bahan
dan Alat
1)
6
ranting daun melinjo
2)
6
botol aqua
3)
6
tutup gabus pisang
4)
Pisau
5)
Gunting
6)
Gelas
ukur
7)
Timbangan
8)
Kertas
IV.Cara kerja
1)
Masukkan
air ke dalam botol yang telah disediakan,
2)
Tutup
botol pisang dilobangi terlebih dahulu
3)
Masukkan
ranting daun melinjo ke dalam botol tsb
4)
Lalu
latakkan 3 botol air yang berisi daun melinjo ke tempat yang terkena matahari
dan 3 botol lagi ke tempat yang tidak terkena matahari (naungan)
5)
Kemudian
didiamkan selama 3 jam
6)
Setelah
itu ,amati perubahan yang telah terjadi
7)
Buat
pola daun
8)
Timbang
pola daun tsb
Gambar daun melinjo:
1.Di tempat terbuka
2. Dinaungan
V. Data hasil pengamatan
|
Perilaku
|
Ulangan
|
Volume air awal
|
Volume air
setelah 3 jam
|
Berat pola daun
|
|
|
1
|
120 cc
|
115 cc
|
2,6 gr
|
|
Terbuka
|
2
|
120 cc
|
117 cc
|
1,6 gr
|
|
|
3
|
120 cc
|
116 cc
|
2 ,0 gr
|
|
|
Rata-rata
|
120 cc
|
116 cc
|
2,03 gr
|
|
|
1
|
120 cc
|
118 cc
|
2,2 gr
|
|
Ternaungan
|
2
|
120 cc
|
119 cc
|
2,1 gr
|
|
|
3
|
120 cc
|
118 cc
|
1,8 gr
|
|
|
Rata-rata
|
120 cc
|
118,3 cc
|
2,03 gr
|
VI.Perhitungan
Rumus
Luas daun: Keterangan:
1. Z = Luas daun
BP/LP * BK/LK
2.BP=Berat pola daun rata-rata
LPBK = BPLK 3.BK=Berat kertas alas
LP = BP*LK/BK 4.LP=Luas pola daun
=C/Y*100 Cm2 5.LK=Luas kertas alas
LD=LP=Z Cm2
Rumus Keterangan:
1.B=V.akhir rata-rata
Laju Transpirasi: 2.A=V.awal
rata-rata
=(B-A) cc/Z cm2/240 menit
=D cc/cm2/menit
VI.I. Perhitungan luas daun dan laju transpirasi tumbuhan di tempat
terbuka
1.Luas daun melinjo
Dik : 1.BP=2,03 gr
2.BK=3,30 gr
3.LK=P*L=29,6 cm
*21 cm
=621,6 cm2
Dit : LP=LD=Z cm2 ?
Dijwb : BP/LP*BK/LK
LP.BK=BK.LK
LP =BP.LK/BK
=C/Y *1OO
cm2
=2,03 gr .621,6 cm2/ 3,30 gr
=382,37 cm2
2.Laju
Transpirasi Tumbuhan (LTT)
Dik : B=116 cc
A=120 cc
Z =382,37 cm2
Wkt=3 jam=240 mnt
Dit : LTT?
Dijwb: =(B-A) cc/Z cm2/240 menit
=D cc/cm2/menit
=(116-120) cc/382,37 cm2/240 mnit
= - 0,0000436 cc/cm2/mnit
= - 4,36 . 105 cc/cm2/mnit
VI.II. Perhitungan luas dan volume daun yang ternaunganan
1.Luas daun
melinjo
Dik : 1.BP=2,03 gr
2.BK=3,30 gr
3.LK=P*L=29,6
cm *21 cm
=621,6 cm2
Dit : LP=LD=Z cm2 ?
Dijwb : BP/LP*BK/LK
LP.BK=BK.LK
LP =BP.LK/BK
=C/Y *1OO
cm2
=2,03 gr .621,6 cm2/ 3,30 gr
=382,37 cm2
2. Laju
Transpirasi Tumbuhan (LTT)
Dik :B
=118,3 cc
A =120 cc
Z=382,37 cm2
Wkt=3 jam=240 mnt
Dit :LTT ?
Dijwb: =(B-A) cc/Z cm2/240 menit
=D cc/cm2/menit
=(118,3 -120) cc/382,37 cm2/240 mnt
= - 0.0000185 cc/cm2/menit
= - 1,85 .105 cc/cm2/menit
VII. Pembahasan
Pada siang hari tumbuhan
menerima radiasi matahari maka cahaya merupakn proses yang mempengaruhi
penguapan. Penguapan yang banyak meningkatkan laju transpirasi. Hal ini sesuai
dengan literatur Lakitan (2007) yang menyatakan peningkatan suhu yang
berlebihan sangat mengganggu proses metabolisme tubuh. Transpirasi
merupakan proses yang membutuhkan banyak energi dalam tahap penguapan
dari molekul-molekul air.
Laju
transpirasi tertinggi dari perlakuan cahaya adalah pada perlakuan kontrol yaitu
sebesar -4,36 x 105 cc/gr/mnt. Ini karena tidak adanya faktor
penghalang cahaya yang dapat menghambat radiasi surya (matahari) dimana cahaya
matahari sangat mempengaruhi laju transpirasi, hal ini sesuai dengan
literatur Salisbury dan Ross (1992) yang menyatakan bahwa cahaya yang
banyak dapat menyebabkan membuka dan menutupnya stomata sehingga akan
memepercepat laju transpirasi dan sebaliknya. Adapun lapisan lilin dapat
menghambat laju transpirasi.
Laju transpirasi terendah
pada perlakuan cahaya adalah pada perlakuan kontrol yaitu sebesar -1,85x 105cc/
gr/mnt, hal ini disebabkan adanya faktor penghalang angin yang dapat
mempengaruhi laju transpirasi dimana dimana angin sangat mempengaruhi laju
transpirasi. Hal ini sesuai dengan literatur Lakitan (2007) yang
menyatakan bahwa kegiatan transpirasi dipengaruhi oleh faktor luar dan faktor
dalam yang termasuk faktor dalam diantaranya besar kecilnya daun dan jumlah
stomata bentuk dan lokasi stomata serta ada tidaknya lapisan lilin pada
permukaan daun. Faktor luar yaitu sinar matahari, temperatur kelembapan
udara dan angin.
Transpirasi merupakan peristiwa
keluarnya uap air dari dalam tubuh tumbuhan. Pada tumbuhan ,peristiwa ini
biasanya berkaitan dengan kehilangannya air lewat stomata,kutikula dan lentisel.Pengangkutan
air hingga daun disebut juga tarikan transpirasi,biasanya transpirasi terjadi
di siang hari dan dilepaskan berupa air murni.
Cahaya
merupakan faktor essensial pertumbuhan dan faktor perkembangan tanaman.Cahaya
memegang peranan penting dalam proses fisiologi
tanaman,termasuk dalam proses transpirasi tumbuhan.Cahaya matahari
juga dapat menaikkan suhu ,sehingga mempercepat laju transpirasi tumbuhan.Cahaya
matahari ditangkap daun sebagai foton. Cahaya yang diserap daun 75-85%
untuk memanaskan daun dan transpirasi
tumbuhan.Sedangkan 15-25% digunakan untuk fotosintesi tumbuhan.
Peranan
cahaya dalam transpirasi
tumbuhan,transpirasi stomater yaitu pada mekanisme buka dan menutupnya
stomata,diantaranya penyerapan air dikendalikan oleh stomata.Mengapa harus lebih
banyak air yang menghilang melalui transpirasi untuk membesarkan tanaman ?
karena rangka molekul semua bahan organik pada tumbuhan terdiri dari atom
carbon yang harus diperoleh dari atmosfer .Penaungan:
distribusi cahaya dalam tajuk tidak merata, ada daun yang bersifat parasit
terhadap fotosintat yang dihasilkan daun yang lain.Transpirasi diperlukan untuk
mendinginkan daun yang dipanaskan matahari,serta merupakan proses pendinginan
yang kuat.
VIII.Kesimpulan
Sinar matahari (cahaya) sangat
berperan penting dalam mempercepat proses transpirasi di karenakan, cahaya
dapat meninggkatkan suhu yang ada disekitarnya,dan tumbuhan dapat kehilangan
airnya dalam bentuk uap.Transpirasi tumbuhan lebih cepat di tempat terbuka
dibandingkan di tempat naungan.Karena di tempat terbuka matahari(cahaya
)langsung di terima oleh permukaan daun,sedangkan ditempat naungan ,cahaya
matahari masih terhalang oleh atap rumah ,sehingga tanaman melinjo tidak secara
langsung mendapat cahaya matahari.
IX.Daftar pustaka
Cambpell, N. A. 2003. Biologi Edisi Kelima Jilid II. Erlangga. Jakarta.
Devlin,R.M.and
F.H.Witham.1983.Plant Physiology.
Filter A. H.
dan R. K. M. Hay. 1991. Fisiologi Lingkungan Tanaman. UGM Press. Yogyakarta.
Guritno, B.
dan Sitompul, S. M. 1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman. UGM Press.
Yogyakarta.
Lakitan, B.
2007. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Salisbury
dan Ross. 1992. Fisiologi Tumbuhan. ITB Press. Bandung.
Salisbury,F.B.
and C.W.Ross.1978.Plant Physiology.
Tai 2,L and
E.Zeiger.1998.Plant Physiology.